Desember

Di per-idol-an Korea, akhir tahun itu masa-masa dihelatnya acara-acara penghargaan hingga nanti awal tahun. MGA, Gaon Chart Music Awards, Melon Music Awards, Golden Disc Awards, Seoul Music Awards, dan masih banyak lainnya. Hari tadi, baru banget MMA digelar. Dan seperti dugaan banyak orang, BTS bawa pulang beberapa tropi. Tepatnya ada 7 piala yang dibawa hari… Continue reading Desember

Advertisements

before the stage: 09.

"trainee ga punya libur akhir tahun?" "menurutmu?" "i cant imagine, so i ask." "pas ketemu di tapping acara waktu itu, gw kira lo anak yang catch up soal berita industri gw." "semua updatean itu ya cuma bersumber dari Ri. mungkin aja gw kena bubble bias. semua industri hiburan hanya dari kacamata dia." "so will you… Continue reading before the stage: 09.

dan dia tak berani berbalik ke belakang. mengetahui telah banyak waktu yang dia sia-siakan, biaya tak sedikit yang sudah dihamburkan. banyak penyesalan yang akan terjadi. yang hanya akan membuat dirinya semakin membenci dirinya sendiri. memberikan lebih banyak alasan untuk mengalihkan pandangan. dan sekedar menunggu waktunya habis. 11 November 2018.

dalam sebuah bias

apakah itu batas? apa ia harus berupa tembok raksasa? pagar duri di sekujur kawat sungai mengalir deras laut terbentang luas gunung menjulang sangga penanda --- mungkin dulu sebuah tanda demikianlah nyata penambah jarak penghalang pandangan peng-isolasi suara --- kini batas tak lagi jelas memberi sekat meski tidak benar-benar terlihat tiada jarak tiada penghalang mata tapi… Continue reading dalam sebuah bias

tentang membangun kebiasaan

sejak nyelesein Tantangan Tulis Tigapuluhari tu, gw jadi lumayan ketagihan buat bikin proyek-proyek pribadi. meski bentukannya masih semacam ngebangun habit sih. dengan jangka waktunya per bulan. bulan Agustus kemarin kan gw bangun kebiasaan rutin journaling itu kan. ya, karena jauh sebelum itu gw udah jarang banget nulis di luar masalah kerjaan dan komunikasi ke orang… Continue reading tentang membangun kebiasaan

before the stage: 07.

"dari tadi lo di situ?" tanyaku setelah mengunci pintu kamar. kehadirannya begitu mengagetkan. si muka-separo-masker itu tak mengenakan masker hitamnya, tapi sedang berdiri tegak beberapa langkah dariku. kedua telapak tangannya masuk pada saku sweaternya lengkap dengan hoodie menutup leher hingga kepalanya. ah, senyumnya. "mau kemana?" tanyanya. "strollin around. otak gw beku." di hari-hari matahari bersinar… Continue reading before the stage: 07.

before the stage: 06.

"hei," sapanya setelah pintu itu terbuka sedikit berisik. "hai," melihatnya berjalan mendekat. "pantes tadi di toko ga ada," katanya sambil mengatur posisi duduk di sampingku. "ada yang nyariin nih." bibirnya sedikit tertarik meskipun tengah meneguk air dari minuman kalengnya. "how's life?" "so so." "terdengar ragu. lagi mikirin sesuatu?" tembaknya sok tahu. "aku selalu bingung tiap… Continue reading before the stage: 06.

Tentang identitas

gegara kemarin ngomongin identitas perempuan setelah pernikahan, gw jadi kepikiran kalo ga cuma perempuan yang mengalami perubahan identitas panggilan. hem. ya ngomonginnya sesempit identitas nama sih. gw juga bingung, kenapa soal nama doang gw se-sok-sensitif ini. sebenernya seorang laki-laki pun mengalami perubahan identitas ketika dia punya anak, karena di keluarga gw dia bakal punya identitas… Continue reading Tentang identitas